Pro Kontra Masyarakat Seputar Kehalalan Vaksin
https://www.naviri.org/2018/01/kehalalan-vaksin.html
Naviri.Org - Vaksin tidak lepas dari pro dan kontra terkait kehalalannya, khususnya di Indonesia. Sebagian masyarakat, khususnya yang muslim, menyatakan bahwa vaksin tidak halal, dan karena itulah mereka menolak. Di sisi lain, sebagian masyarakat lain yang juga sama-sama muslim, menerima vaksin karena percaya bahwa vaksin dibuat dari sesuatu yang halal, dan juga ditujukan untuk hal baik (mencegah penyakit masuk ke tubuh).
Terkait pro dan kontra kehalalan vaksin, MUI telah mengeluarkan Fatwa No. 4 tahun 2016 yang membolehkan imunisasi sebagai bentuk upaya memberikan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit tertentu. Namun, ada golongan anti-vaksin yang tak mau menoleransi vaksin yang belum jelas kehalalannya.
Selain meragukan kehalalan vaksin, banyak juga menilai bahwa tubuh anak memiliki daya tahan terhadap penyakit. Daya tahan itu dapat dijaga dengan asupan makanan sehat dan madu. Padahal, madu dan makanan sehat tak bisa menjamin risiko infeksi virus. Itulah sebabnya di zaman dulu orang bisa mati karena cacar. Setelah ada vaksin cacar, angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan seminimal mungkin.
MUI juga telah mengeluarkan Fatwa No. 4 tahun 2016 yang membolehkan imunisasi sebagai bentuk upaya memberikan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit tertentu. Namun, ada golongan anti-vaksin yang tak mau menoleransi vaksin yang belum jelas kehalalannya.
Baca juga: Benarkah Air Kencing Unta Berkhasiat bagi Kesehatan?